
Partai Golongan Karya (Golkar) adalah partai politik Indonesia yang telah memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada tahun 1957. Partai Golkar lahir sebagai hasil dari kerjasama antara pemerintah dan organisasi massa di bawah pimpinan Soekarno. Namun, sejak awal berdirinya, Partai Golkar telah berhasil menjalankan perannya sebagai partai politik yang memiliki kekuatan besar di Indonesia.
Pada saat itu, Golkar berperan sebagai wadah bagi organisasi-organisasi massa yang mendukung pemerintah dalam memperjuangkan konsep negara kesatuan Republik Indonesia. Sejak saat itu pula, Golkar dianggap sebagai partai yang menjadi hasil aliansi dari berbagai golongan dan kelompok masyarakat. Dengan demikian, Partai Golkar menjadi partai pertama yang mewadahi golongan non-komunis dan non-agama.
Pada masa pemerintahan Soekarno, Golkar tidak begitu berperan dalam politik praktis. Namun, seiring dengan melemahnya kekuasaan Soekarno di akhir era Orde Lama, Golkar mulai muncul sebagai kekuatan politik yang signifikan. Hal ini terbukti dengan meraih kemenangan dalam Pemilu 1971 dan memperoleh 62% suara, serta menjadi partai politik terbesar di Indonesia.
Setelah Soeharto mengambil alih kekuasaan dan mendirikan Orde Baru, Golkar semakin memperkuat kedudukannya. Dengan cara-cara yang tidak jarang kontroversial, Golkar secara efektif menjadi alat kontrol pemerintah dan menjaga kestabilan politik di Indonesia. Golkar pun menjadi partai tunggal yang mendominasi panggung politik Indonesia selama dua puluh tiga tahun.
Melalui serangkaian strategi politik dan kekuasaan yang dimiliki, Golkar berhasil mempertahankan dirinya hingga reformasi di tahun 1998. Meskipun demikian, peran Golkar dalam pemerintahan selama era Soeharto tidak lepas dari kritik dan kontroversi.
Sejak saat itu, sejarah Partai Golkar telah mengalami berbagai perubahan dan tantangan. Namun, jejaknya dalam politik Indonesia tetap menjadi bagian integral dari perjalanan politik bangsa. Sejarah panjang Partai Golkar sejak 1957 hingga pemerintahan Soeharto membuktikan bahwa peran dan pengaruhnya sangat signifikan dalam politik Indonesia.